🏒 Materi Meneladani Perjuangan Rasulullah Saw Di Mekah
SoalPilihan Ganda Materi Meneladani Perjuangan Rasulullah di Mekah 1. Rasulullah saw melakukan hijrah dari tanah kelahirannya, yaitu kota Mekah menuju kota Madinah adalah . a. Usulan yang dikemukakan oleh para pembesar Yatsrib b. Perintah dari Allah swt. kepada Rasullulah Saw c. Keinginan dari keluarga besar Nabi Muhammad Saw, yaitu Bani Hasyim
Ajaranajaran pokok rasulullah saw. Di mekah 1 aqidah. Di samping dua hal di atas ajakan untuk berbudi pekerti luhur dan membantu yang lemah juga menjadi materi yang ditekankan rasulullah selama berdakwah di makkah. Untuk membawa ajaran tauhid. Di mekkah ajaran ajaran rasulullah aqidah rasullulah saw.
HijrahKe Madinah Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah Rintangan Dakwah di Madinah "Pada dakwah Rasulullah masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah, lebih dari itu mempunyai multifungsi sebagai tempat mempersatukan umat". Setelah periode awal penyiaran Islam di Mekkah, Nabi Muhammad Saw menempuh babak baru perjuangan di Madinah. Di tempat ini, Islam menyebar dengan pesat []
4 Pribadi Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agung. Tidak pernah ia melakukan halhal yang tercela dan hina. Ia adalah pribadi yang sangat jujur dan amanah (al-Amin), sabar, bijaksana, dan lemah lembut dalam menyampaikan ajakan serta ajaran Islam sehingga ajaran Islam dapat diterima dan dianut oleh mereka yang sebelumnya terbiasa dengan adat-istiadat masyarakat Arab yang begitu mengakar
MeneladaniPerjuangan Rasulullah Bab 5 . Di samping dua hal di atas ajakan untuk berbudi pekerti luhur dan membantu yang lemah juga menjadi materi yang ditekankan rasulullah selama berdakwah di makkah. Ajaran ajaran pokok rasulullah saw di mekah a aqidah rasulullah saw diutus oleh allah swt untuk membawa ajaran tauhid. Tampil sebagai
MateriPokok : Selamat Datang Nabi Kekasih Ku. Alokasi 2.1 Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah dan Madinah. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib wafat saat Nabi Muhammad saw. masih berusia 6 bulan di dalam kandungan ibunya, Siti Aminah. Saat bayi, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh Halimah Sa'diyah dari Bani Saad
Bab1 Aku Selalu Dekat dengan ALLAH SWT. Bab 2 Berbusana Muslim dan Muslimah Merupakan Cermin Kepribadian dan Keindahan Diri. Bab 3 Mempertahankan Kejujuran sebagai Cermin Kepribadian. Bab 4 Al-Qur'an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku. Bab 5 Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Mekah.
dapatmeneladani nabi saw sebagai uswatun khasanah, artinya sikap dan amal perbuatan beliau sehari-hari adalah teladan yang baik, terutama terhadap ajaran islam yang didakwahkannya, firman allah swt : ٢١﴿ ﴾لههقفد هك اهن لهمكفم بفي هرمسوبل اكلب أمفسهو ة هحهسهنةة لبهم ن هك اهن هنيفرمجو اكله هوافلهليفوهم افلبخهر هوهذهكهر اكله هكبثليرا artinya
MeneladaniPerjuangan Rasulullah saw di Mekah BAB V Bagan Alir 65 Membuka Relung Hati Cermati gambar dan wacana berikut! Cahaya Ilahi di Hati Pembunuh Bayaran Tatkala Rasulullah saw. dalam perjalanan dari Mekah untuk ke Madinah, hijrah berkumpullah orang-orang kafir Mekah di Darun Nadwah(nama tempat pertemuan) di rumah Abu Jahal.
dNZ2D4. Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu PertamaAjaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di MekahStrategi Dakwah Rasululah saw. di MekahDakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-SirrDakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrReaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaPerjanjian AqabahPeristiwa Hijrah Kaum MusliminHijrah ke Abisinia HabsyiHijrah ke MadinahMenerapkan Perilaku MuliaRangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal kesempatan sebelumnya, Admin telah membagikan Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 4 Al-Qur’ān dan Hadis adalah Pedoman HidupkuPada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5 Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di MekahYuk mari disimak!Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di MekahKerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu PertamaMenurut beberapa riwayat yang śaĥiĥ, Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw., yaitu al-Alāq, sebagai berikutKemudian, Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat al-Qur’ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’ān turun disertai oleh Asbābun Nuzûl adalah sebab/kejadian yang mendasari turunnya yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musḥaf yang juga dinamakan al-Qur’ Pokok Rasulullah saw. di MekahRasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran sekali ayat al-Qur’ān yang memerintahkan beliau agar menyampaikan keimanan sebagai pokok ajaran Islam yang Swt. berfirman yang artinya“Katakanlah Muhammad, “Dialah Allah Swt., Yang Maha Esa. Allah Swt. tempat meminta segala sesuatu. Allah Swt. tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” al-Ikhlaś/1121-4Ajaran tauĥid ini berbekas sangat dalam di hati Nabi dan para pengikutnya, sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat, mapan, dan tak hal akhlak, Nabi Muhammad saw. tampil sebagai teladan yang baik ideal.Sejak sebelum menjadi nabi, ia telah tampil sebagai sosok yang jujur sehingga diberi gelar oleh masyarakatnya sebagai al-Amin yang dapat dipercaya.Selain itu, Nabi Muhammad saw. merupakan sosok yang suka menolong dan meringankan beban orang juga membangun dan memelihara hubungan kekeluargaan serta Muhammad saw. tampil sebagai sosok yang sopan, lembut, menghormati setiap orang, dan memuliakan itu, Nabi Muhammad saw. juga tampil sebagai sosok yang berani dalam membela kebenaran, teguh pendirian, dan tekun dalam Muhammad saw. mengajak agar sikap dan perilaku yang tidak terpuji yang dilakukan masyarakat Arab seperti berjudi, meminum minuman keras khamr, berzina, membunuh, dan kebiasaan buruk lainnya untuk karena pribadi Nabi Muhammad saw. dengan akhlaknya yang luhur, ajaran untuk memperbaiki akhlak juga bersumber dari Allah Swt. dalam Firman- Nya “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwallah kepada Allah Swt. agar kamu mendapat rahmat.” al-Ḥujurāt/4910Strategi Dakwah Rasululah saw. di MekahAda dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaituSecara sembunyi-sembunyiSecara terang-teranganDakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-SirrAgar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat Quraisy, Rasulullah saw. memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi al-Da’wah bi al-Sirr.Rumah Rasulullah saw Dārul Arqam dijadikan sebagai pusat kegiatan pertama as-sābiqunal awwalūn yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya adalahSiti Khadijah istri,Ali bin Abi Ţhalib adik sepupu,Zaid binĤarișah pembantu yang diangkat menjadi anak,Abu Bakar Siddik sahabatSetidaknya ada 4 alasan utama mengapa mereka dapat menerima Islam dan meyakini bahwa Islam adalah yang paling sempurnaPribadi Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agungAjaran Islam yang rasional, logis, dan universal, menghargai hak-hak asasi manusia, memberikan hak yang sama, keadilan, dan kepastian hidup setelah ajaran-ajaran sebelumnyaKesadaran akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai secara diam-diam atau rahasia al-Da’wah bi al-Sirr ini dilaksanakan Rasulullah saw. selama lebih kurang tiga secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrDakwah secara terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah, saat itu turun wahyu Allah Swt. agar Rasulullah saw. melakukannya secara terang-terangan dan hal tersebut, Allah Swt. berfirman, yang artinya“Maka sampaikanlah Muhammad secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik.” al- Ḥijr/1594. Baca pula firman Allah dalam asy-Syua’ara/26 berdakwah secara terang-terangan jumlah pengikut Nabi Muhammad Saw. semakin banyak dan tentu saja kaum Quraisy semakin tidak terima kenyataan usaha dilakukan diantaranyaMembujuk Abu Talib agar menghentikan dakwah Nabi, namun ditolak oleh Abu TalibMenghina, mencemooh, bahkan melempar kotoran kepada Nabi Muhammad Saw. yang tentu saja tidak membuat Nabi gentar para pemeluk agama Islam, seperti yang terkenal adalah kisah Utbah bin Rabi’ah untuk menawarkan Harta dan Tahta namun ditolak dengan surat Al-Sajdah, malah Utbah yang insaf setelah mendengarnya Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, kaum kafir Quraisy terus berupaya menggalang kekuatan agar Rasulullah saw. dan upayanya dalam penyebaran ajaran Islam dapat beberapa alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah saw, di antaranya karena mereka memiliki sifat Kesombongan dan KeangkuhanFanatisme Buta terhadap LeluhurEksistensi dan Persaingan KekuasaanContoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaBerikut adalah contoh-contoh penyiksaan kafir Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan para pengikutnyaSuatu hari, Abu Jahal melihat Rasulullah saw. di Śafa, ia mencerca dan menghina tetapi tidak ditanggapi oleh Rasulullah saw. dan ia beranjak pulang. Kemudian, Abu Jahal pun bergabung dengan kelompoknya kaum Quraisy di samping Ka’bah. Mendengar kejadian tersebut, Hamzah, paman Rasulullah saw., marah seraya bangkit mencari Abu Jahal. Ia kemudian menemukan Abu Jahal yang sedang duduk di samping Ka’bah dengan kelompoknya kaum Quraisy. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengangkat busur dan memukulkannya ke kepala Abu Jahal hingga tengkoraknya terluka. “Engkau mencerca dia Rasulullah saw., padahal aku sudah memeluk agamanya. Aku menempuh jalan yang ia tempuh. Jika mampu, ayo, lawan aku!” tantang hari, Uqbah bin Abi Mu’iţ melihat Rasulullah saw. berţawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar masjid. Beberapa orang datang menolong Rasulullah saw. karena takut kepada Bani lain dilakukan oleh pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil yang tiada tara kejinya. Rasulullah saw. bertetangga dengan mereka. Mereka tak pernah berhenti melemparkan barang-barang kotor kepadanya. Suatu hari mereka melemparkan kotoran domba ke kepala Nabi. Sekali lagi Hamzah membalasnya dengan menimpakan barang yang sama ke kepala Abu memboikot kaum musliminPerjanjian AqabahKerasnya penolakan dan perlawanan Quraisy, mendorong Nabi Muhammad saw. melancarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar suku hasilnya nihil malah dihina, diejek, dan dilempari oleh Nabi Muhammad saw. berkesimpulan bahwa tidak mungkin lagi mendapat dukungan dari Quraisy dan kabilah-kabilah Arab karena itu, Nabi Muhammad saw. mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah lain yang ada di sekitar Mekah yang datang berziarah setiap tahun ke berapa lama kemudian, tanda-tanda kemenangan datang dari Yașrib Madinah.Selain itu ada juga dari suku Khazraj yang sangat positif serta antusias untuk bergabung dengan musim ziarah tahun berikutnya, datanglah 12 orang penduduk Yașrib menemui Nabi Muhammad saw. di tempat ini mereka berikrar kepada Nabi yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Aqabah Perjanjian Aqabah I ini, orang-orang Yașrib berjanji kepada Nabi untuktidak menyekutukan Tuhan,tidak mencuri,tidak berzina,tidak membunuh anak-anak,tidak mengumpat dan memfitnah baik di depan atau di belakang,jangan menolak berbuat mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah tahun 622 M, peziarah Ya¡rib yang datang ke Mekah berjumlah 75 orang, dua orang di antaranya itu, Nabi Muhammad saw. ditemani oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muṭṭalib yang masih memeluk agama nenek moyangnya menemui orang-orang malam itu kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perjanjian Aqabah malam itu, mereka berikrar kepada Nabi sebagai berikut“Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara,kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. ini kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.”Peristiwa Hijrah Kaum MusliminHijrah ke Abisinia HabsyiUntuk menghindari bahaya penyiksaan, Nabi Muhammad saw. menyarankan para pengikutnya untuk hijrah ke Abisinia Habsyi.Para sahabat pergi ke Abisinia dengan dua kali pertama sebanyak 15 orang; sebelas orang laki-laki dan empat orang berangkat secara sembunyi-sembunyi dan sesampainya di sana, mereka mendapatkan perlindungan yang baik dari Najasyi sebutan untuk Raja Abisinia.Ketika mendengar keadaan Mekah telah aman, mereka pun kembali mereka kembali mendapatkan siksaan melebihi dari itu, mereka kembali hijrah untuk yang kedua kalinya ke Abisinia tahun kelima dari kenabian atau tahun 615 M.Kali ini mereka berangkat sebanyak 80 orang laki-laki, dipimpin oleh Ja’far bin Abi tinggal di sana hingga sesudah Nabi hijrah ke Yașrib Madinah.Peristiwa hijrah ke Abisinia ini dipandang sebagai hijrah pertama dalam ke MadinahPeristiwa Ikrar Aqabah II ini diketahui oleh orang-orang itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke di Quba, 5 km dari Yașrib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa menginap di rumah Umi Kalsum bin halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat Nabi memasuki Yașrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh itu, nama Yasrib diganti dengan Madinatun Nabi kota Nabi atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah kota yang bercahaya.Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru Perilaku MuliaBeberapa perilaku mulia yang dapat kita teladani dari pelajaran ini yaituMemiliki Sikap TangguhMemiliki Jiwa BerkorbanApabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah iniLatihan Soal PAI Kelas 10 Bab 5Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya Juga Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 14 votesArticle Rating
Materi Bab Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. di Mekah PAI Kelas 10 - Mempelajari kerasulan Nabi Muhammad Saw. Dakwah secara rahasian dan dakwah secara terang-terangan, perjanjian aqabah 1 dan 2, dan hijrah Nabi Muhammad dan kaum di sini Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK BukaBuku Pelajara SD, SMP/MTs, dan SMA/SMK BukaKumpulan Soal SMP dan SMA BukaA. Substansi Dakwah Rasulullah Saw. di Mekah1. Kerasulan Nabi Muhammad Saw. dan Wahyu PertamaMenurut beberapa riwayat yang sahih, Nabi Muhammad Saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadan saat usianya 40 Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu al-Alaq. Artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan menulis, membaca. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” al-Alaq/961-5Setelah itu, Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat al-Qur’ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’an turun disertai oleh Asbābun Nuzul sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat. Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musḥaf yang juga dinamakan al-Qur’ Ajaran-ajaran Pokok Rasulullah saw. di MekahAqidah Rasulullah Saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran Mulia Rasulullah Saw. mengajarkan untuk meninggalkan semua perbuatan mungkar dan mulai melakukan perbuatan yang baik dan sesuai agama Strategi Dakwah Rasululah saw. di MekahAda 2 tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat, dan dakwah secara terang-terangan kepada khalayak Dakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-SirrRasulullah Saw. berdakwah pertama kali secara sembunyi-sembunyi, karena agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat saw. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orangorang terdekat, yaitu keluarga dan para secara diam-diam atau rahasia dilaksanakan Rasulullah saw. selama lebih kurang tiga tahun. Setelah memperoleh pengikut dan dukungan dari keluarga dan para sahabat, selanjutnya Rasulullah saw. mengatur strategi dan rencana agar ajaran Islam dapat diajarkan dan disebarluaskan secara terbuka. Orang-orang pertama as-sābiqunal awwalūn yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya yaituSiti Khadijah istriAli bin Abi Ţhalib adik sepupuZaid bin Harișah pembantu yang diangkat menjadi anakAbu Bakar Siddik sahabat.Beberapa alasan orang-orang menerima dan mau masuk agama Islam dari dakwah Nabi Muhammad Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agung. Rasulullah saw. tidak pernah ia melakukan hal-hal yang tercela dan hina. Ia adalah pribadi yang sangat jujur dan amanah al-Amin, sabar, bijaksana, dan lemahlembut dalam menyampaikan ajakan serta ajaran Islam. Ajaran Islam yang rasional, logis, dan universal, menghargai hak-hak asasi manusia, memberikan hak yang sama, keadilan, dan kepastian hidup setelah mati. Menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya, yaitu ajaran-ajaran yang dibawa oleh para rasul terdahulu berupa penyembahan terhadap Allah Swt., berbuat baik terhadap sesama, menjaga kerukunan, larangan perbuatan tercela seperti membunuh, berzina, dan lain akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai Dakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrDakwah secara terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah di sebuah bukit. Dengan dukungan istrinya Siti Khadijah, paman yang setia membelanya, yaitu Abu Thalib, serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah pula dengan keyakinan bahwa Allah Swt. senantiasa menyertai, dimulailah dakwah suci dakwah dilakukan kepada sanak keluarga, kemudian kepada kaumnya, dan penduduk Kota Mekah yang saat itu penyembahannya kepada berhala begitu yaitu Abu Lahab dan Abu Jahal sangat menentang dakwah Rasul. Mereka menolak mentah-mentah ajakan Rasulullah saw. dengan mengatakan bahwa agama merekalah yang paling benar. Penolakan yang disertai ejekan, cemoohan, hinaan bahkan Nabi Muhammad saw. telah mendapat perlindungan dari Banu Hasyim dan Banu Muţalib, beliau masih juga mengalami penyiksaan. Namun, setiap hari jumlah pengikut Nabi Muhammad saw. terus semangat kerasulannya serta keyakinan akan kebenaran ajaran Ilahi, gerakan dakwah Rasulullah saw. makin tersebar luas. Teman, sahabat, bahkan orang yang tidak dikenalnya, baik dari kalangan bangsawan terhormat maupun dari golongan hamba sahaya banyak yang mendengar dan memahami ajaran Islam, kemudian memeluk agama Islam dan beriman kepada Allah Swt. Rasulullah saw. makin tegas, lantang dan berani, tetapi tetap komitmen terhadap tugas, fungsi, dan wewenangnya sebagai rasul utusan Allah Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah upaya kaum kafir quraisy lakukan, mulai mengajak berdialog dengan mengiming-imingi berbagai bantuan hingga kekerasan yang dilakukan terhadap Rasulullah saw. dan para sahabat serta pengikut ajarannya. Puncak dari kejengkelan mereka dengan cara memboikot Rasulullah saw. dan para sahabatnya serta pengikutnya dari boikot ekonomi dan alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah dan KeangkuhanFanatisme Buta terhadap LeluhurEksistensi dan Persaingan KekuasaanC. Contoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaQuraisy memboikot kaum muslimin yang mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan bagi kaum Jahal mencerca dan menghina Rasulullah bin Abi Mu’it menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar Lahab dan istrinya Ummu Jamil dengan keji melemparkan barang-barang kotor seperti kotoran domba ke kepala Rasulullah Perjanjian Aqabah1. Perjanjian Aqabah 1Pada saat musim ziarah, datanglah 12 orang penduduk Yasrib menemui Nabi Muhammad saw. di Aqabah. Di tempat tersebut mereka berikrar kepada Nabi yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Aqabah 1. Pada Perjanjian Aqabah 1 ini, orang-orang Yasrib berjanji kepada Nabi untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik di depan atau di belakang, jangan menolak berbuat kebaikan. Siapa mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah Swt. Selanjutnya, Nabi menugaskan Mus’ab bin Umair untuk membacakan al-Qur’an, mengajarkan Islam serta seluk-beluk agama Islam kepada penduduk Yasrib. Sejak itu, Mus’ab tinggal di Yasrib. Jika musim ziarah tiba, ia berangkat ke Mekah dan menemui Nabi Muhammad saw. Dalam pertemuan itu, Mus’ab menceritakan perkembangan masyarakat muslim Yasrib yang tangguh dan kuat. Berita ini sungguh menggembirakan Nabi dan menimbulkan keinginan dalam hati Nabi untuk hijrah ke Perjanjian Aqabah 2Pada tahun 622 M, peziarah Yasrib yang datang ke Mekah berjumlah 75 orang, dua orang di antaranya perempuan. Kesempatan ini digunakan Nabi melakukan pertemuan rahasia dengan para pemimpin mereka. Pertemuan Nabi dengan para pemimpin Yasrib yang berziarah ke Mekah disepakati di Aqabah pada tengah malam pada hari-hari Tasyriq tidak sama dengan hari Tasyriq yang sekarang. Malam itu, Nabi Muhammad saw. ditemani oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muṭṭalib yang masih memeluk agama nenek moyangnya menemui orang-orang Yasrib. Pertemuan malam itu kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perjanjian Aqabah 2. Pada malam itu, mereka berikrar kepada Nabi sebagai berikut, “Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. ini kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.”Setelah masyarakat Yasrib menyatakan ikrar mereka, Nabi berkata kepada mereka, “Pilihkan buat saya dua belas orang pemimpin dari kalangan kalian yang menjadi penanggung jawab masyarakatnya”. Mereka memilih sembilan orang dari Khazraj dan tiga orang dari Aus. Kepada dua belas orang itu, Nabi mengatakan, “Kalian adalah penanggung jawab masyarakat kalian seperti pertangungjawaban pengikut-pengikut Isa bin Maryam. Terhadap masyarakat saya, sayalah yang bertanggung jawab. ”Setelah ikrar selesai, tiba-tiba terdengar teriakan yang ditujukan kepada kaum Quraisy, “Muhammad dan orang-orang murtad itu sudah berkumpul akan memerangi kamu!”. Semua kaget dan terdiam. Tiba-tiba Abbas bin Ubadah, salah seorang peserta ikrar, berkata kepada Nabi, “Demi Allah Swt. yang mengutus Anda berdasarkan kebenaran, jika Nabi mengizinkan, besok penduduk Mina akan kami habisi’ dengan pedang kami.” Lalu, Nabi Muhammad saw. menjawab, “Kita tidak diperintahkan untuk itu, kembalilah ke kemah kalian!” Keesokan harinya, mereka bangun pagi-pagi sekali dan segera bergegas pulang ke Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin1. Hijrah ke Abisinia HabsyiPeristiwa hijrah ke Abisinia ini sungguh tidak menyenangkan kaum Quraisy dan menimbulkan kekhawatiran yang sangat besar. Ada dua hal yang dikhawatirkan oleh kaum Quraisy, yaitu Kaum muslimin akan dapat menjalin hubungan yang luas dengan masyarakat Arab Kaum muslimin akan menjadi kuat dan kembali ke Mekah untuk menuntut balas. Oleh karena itu, mereka mengutus Amr bin As dan Abdullah bin Rabi’ah kepada Raja Najasyi agar mau menyerahkan kaum muslimin yang berhijrah ke setelah raja meminta kejelasan dari kedua pihak, akhirnya Raja Najasyi malah memberikan perlindungan kepada kaum muslimin hingga kemudian mereka hidup untuk beberapa lama di negeri yang jauh dari tanah Hijrah ke MadinahPeristiwa Ikrar Aqabah 2 diketahui oleh orang-orang Quraisy. Sejak itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin meningkat. Kenyataaan ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Yasrib. Dalam waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Yasrib. Hanya Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Mekah. Akhirnya, Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin membunuhnya. Nabi Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke Yasrib. Sesampai di Quba, 5 km dari Yasrib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa hari. Nabi menginap di rumah Umi Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid yang menjadi masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba. Tak lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat hijrah. Ketika Nabi memasuki Yasrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, nama Yasrib diganti dengan Madinatun Nabi kota Nabi atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah kota yang bercahaya. Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru dunia. F. Menerapkan Perilaku Mulia dari perjuangan dakwah Rasulullah Memiliki Sikap TangguhSikap tangguh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakatMenggunakan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan prestasi yang tinggi. Secara terus-menerus mencoba sesuatu yang belum dapat dikerjakan sampai ditemukan solusi untuk mengatasinya. Melaksanakan segala peraturan di sekolah sebagai bentuk pengamalan sikap disiplin dan tanggung segala perintah agama dan menjauhi larangannya dengan penuh keikhlasan. Tidak putus asa ketika mengalami kegagalan dalam meraih suatu keinginan. Jadikanlah kegagalan sebagai cambuk agar tidak mengalaminya lagi di kemudian Memiliki Jiwa BerkorbanPerilaku yang mencerminkan jiwa berkorban dalam kehidupan sehari-hariMenyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang kepentingan bersama di atas kepentingan sebagian harta untuk membantu orang lain yang !Maksud dari dengan sikap tangguhManfaat bertawakkalKebenaran harus ditegakkanAyat 1 – 5 Surah al-AlaqAyat 1 – 7 Surah al-MuddassirRangkuman Materi Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. PAI Kelas 10Sumber Buku PAI Kelas 10
Nabi Muhammad SAW merupakan rasul terakhir yang diutus oleh Allah Swt, sekaligus penerima kitab suci terakhir sebagai penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Apakah kamu mengetahui bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW saat berada di Mekah? Apakah kamu tahu kapan Nabi Muhammad di utus menjadi rasul dan pada usia berapakah itu? Nah, kali ini kamu akan mengetahui lebih jelas dan lebih ringkas. Perjalanan Nabi Muhammad SAW di Mekah Bagi kamu yang beragama muslim sekaligus seorang pelajar pasti kamu akan menjumpai banyak pertanyaan di sekolahan saat pelajaran agama. Nah, bagi kamu yang sudah lupa seharusnya jangan dilupakan ataupun belum mengetahuinya, kamu bisa mempelajari dibawah. 1 Pertanyaan Dasar Seputar Kerasulan Nabi Muhammad SAW Kapan sih Nabi Muhammad SAW pertama kali diangkat menjadi Rasul dan pasa usia berapakah itu? Nabi Muhammad SAW pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat berusia 40 tahun. Melalui siapakah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu? Menerima wahyu melalui malaikat Jibril dan pertama kali menerima surat Al-Alaq ayat 1-5. Saat diangkat menjadi rasul, Nabi Muhammad SAW menerima apa? Nabi Muhammad SAW menerima ayat 1-7 surat Al-Muddasir. Berapa lamakah Nabi Muhammad SAW menerima Al-Qur’an? Nabi Muhammad SAW menerima Al-Qur’an berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun dan diturunkan berdasarkan Asbabun Nuzul, dalam bahasa Indonesia berarti sebab atau kejadian yang mendasari turunnya ayat. 2 Ringkasan Perjalanan Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah Nabi Muhammad SAW setelah diangkat menjadi Rasul kemudian berdakwah Agama Islam. Awalnya berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orang-orang terdekatnya saja. Laki-laki dewasa yang pertama kali memeluk Islam yaitu Abu Bakar bin Quhafah dan kemudian menyebarkan Agama Islam. Setelah mendapat perintah Allah Swt. melalui Surah Asy-Syu’ara ayat 214-216 dan Surah Al-Hijr ayat 94, Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan dengan mengumpulkan keluarganya di rumah. Saat berdakwah di rumah, Abu Jahal mengacaukannya tetapi kemudian Ali bin Abi Talib membela Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW gagal mengajak sebagian kerabatnya, kemudian Nabi Muhammad naik ke Bukit Sada dan menyeru manusia, tetapi Abu Lahab kembali membuat gaduh. Kemudian turunlah Surah Al-Lahab. Dakwah Nabi Muhammad SAW mendapatkan tantangan dan perlawanan dari Quraisy kemudian untuk menghindari siksaan, Nabi Muhammad SAW memerintahkan sahabatnya hijrah ke Abisinia. Setelah orang Quraisy tidak mau menerima dakwah Nabi, Ia pun mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy. Nabi Muhammad SAW mencoba megajak orang-orang Taif tetapi ditolak, diejek, diusir, dan dilempari. Tetapi Nabi Muhammad tidak putus asa dan kemudian Nabi mengadakan perjanjian Aqabah pertama dan kedua. Setelah perjanjian Aqabah kedua, Nabi pun berhijrah ke Madinah. Dakwah Nabi Muhammad SAW berlangsung selama 13 tahun. Selama itu, Nabi Muhammad selalu menanamkan nilai-nilai tauhid dan mengajarkan akhlak mulia. 3 Catatan Penting Dari Perjuangan Dakwah Rasulullah Alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran-ajaran yang dibawa Rasulullah SAW Kesombongan dan keangkuhan yang dimiliki oleh orang kafir waktu itu Fanatisme buta terhadap leluhur Eksistensi dan persaingan kekuasaan Perilaku yang dapat diteladani dari perjuangan dakwah Rasulullah SAW saat di Mekah Memiliki sikap yang tangguh Memiliki jiwa berkorban yang besar Tidak mudah putus asa Tidak mudah tersulut emosi dan selalu menghadapi dengan kebaikan
materi meneladani perjuangan rasulullah saw di mekah