🎰 Cerpen Musuh Bebuyutan Jadi Cinta
CerpenKahwin Dengan Musuh / Cewek Ini Akhirnya Nikah Dengan Musuh Bebuyutan Waktu Sma Tak Menyangka Benci Jadi Cinta Suryamalang Com / Uncle nak wan kahwin dengan mimin. Sunday, 16 January 2022 Edit.
Scene4 setting cerita ini berada di lingkungan saya. ada dua orang yang sedang berselisih. sepertinya mereka berselisih tentang batas tanah halama
Bagaimanajika kamu jatuh cinta dengan pamanmu sendiri? Seorang laki-laki yang notabene musuh bebuyutan ayahmu. Jarak usia yang terpaut jauh tak menghalangi Verena untuk mengejar pamannya yang seharusnya jadi ayah bukan mengejar sebagai kekasih. "Ingatlah, Verena. Aku sudah tua." "Diam, Pak tua! Jangan denial, jika kau juga menyukaiku.
0() "Kenapa mustahil? Dia Maha Pencipta dan Maha segala-galanya. Dia bisa memberi perintah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, termasuk kepada saya. Saat ini, saya adalah utusan-Nya," tegas burung itu. "Kamu bukan utusan. Kamu hanya burung kiriman, burung jadi-jadian," tegasku. "Saya bukan burung kiriman, apalagi jadi-jadian. Saya burung yang telah diberi kekuatan membunuh dan []
Cerpenmusuh bebuyutan jadi cinta. Anda bisa mendownload atau mencetak gambar atau foto Contoh Cerpen Sahabat Menjadi Musuh di. Cut Dara Sari Kategori. Reuni Yang Tak Diharapkan Jangan Lupa Like Share Coment and Subscribe. Dia itu gadis yang sangat cerdas berprestasi baik lemah lembut sopan santun rajin ramah dan jujur. Sahabat Jadi Musuh
Cerpenmusuh bebuyutan jadi cinta. Aldrin melamun sendiri dan memikirkan apa yang dikatakan Papanya tentang perjodohan yang sudah direncanakan sejak 17 tahun yang lalu atau sejak Aldrin dan cewek yang sudah dijodohkan Papanya itu masih dalam kandungan. Cerpen Anak Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada.
Steviamengabdi menjadi guru sukarela di sebuah desa, berbagi praktik baik dan melatih siswa berkarya. Suatu ketika sepupu Stevia yang bernama Raditya hadir ke desa tersebut untuk melakukan penelitian, sepupu yang sejak kecil adalah musuh bebuyutan itu akhirnya menyadari jika mereka saling membutuhkan dan saling cinta.
Joker Folie a Deux, yang akan menampilkan pemeran utama Joaquin Phoenix, rencananya akan dirilis di bioskop pada 4 Oktober 2024.. Joaquin Phoenix pertama kali memainkan peran dalam film Joker di tahun 2019, yang membuatnya mendapatkan Academy Award untuk aktor terbaik, menggambarkan kisah asal musuh bebuyutan superhero DC Comics, Batman.. Jika keikutsertaan Lady Gaga
Iyalah, inget yah kita bukan musuh bukan saingan, kita satu kelas lagi dan terpenting sahabatan. Jadi harus saling menguatkan terutama kerjasama yang legal." ujarku. "Contohin dong yang ilegal tuh kayak mana." canda Tania. Cerpen Cinta (4,742) Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam) (1,161) Cerpen Cinta Islami (876)
JVQEifC. Cerpen Karangan JannisaKategori Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada 11 August 2014 Hari itu aku bersiap-siap untuk masuk sekolah baru. Aku cepet cepet mandi dan langsung ke bawah. “hai sayang tumben cepet cepet” tanya mama. “nggak ma, cuma mau melihat sekolah baru.. Hehehe” balasku. “oh” ucap mama pendek. Aku pun langsung ambil makanan sesuai seleraku. Disitu ada ayam kecap, ikan lele, telor dadar dan roti bakar. Aku pun langsung makan dengan lahap. Selesai makan aku langsung ke depan untuk naik mobilku yaitu inova tersayang. “good morning pa” ujarku sambil menaikki mobil. “good morning nak” jawab papaku. Papaku langsung ngebut pergi ke sekolah baruku. Sesampai di depan gerbang sekolah baruku. “semoga enak yah sekolah disini” ujar papa. “oke, dadah pa…” balasku sambil turun dari mobil. Sesampai di halaman sekolah aku berlari sambil berkata dalam hati “kelas 5 a” batinku. Tiba tiba aku tertabrak oleh seseorang. “maaf” kataku. Orang itu hanya berdiam diri. “nama kamu siapa?” tanyaku sopan. “fadhiyani azhar” jawabnya cepat. “kamu kelas berapa” tanyaku lagi. “5 a” jawabnya. “oh, bisakah kamu antarkan aku ke kelas itu aku anak baru, perkenalkan namaku nisa, panggil saja putry” ujarku sopan. “bisa kok ayo ikut aku” jawabnya, sekarang dia tidak gugup lagi. “terima kasih” balasku sambil tersenyum. Hari hariku di sekolah itu sangat berwarna bermain dengannya, tetapi suatu hari “hai, fadhiya duduk sama aku yuk” tanyaku. Dia diam tanpa menoleh dan matanya diputar ke atas terlihat lagi marah. “kamu kenapa sih marah yah sama aku kalau aku salah maaf deh” ujarku sambil menarik tangannya. “apaan sih udahlah sana” jawabnya kasar tanpa menoleh dan mengelak. Aku pun bertanya kepada lily teman baikku. “lily fadhiya kenapa sih?” tanyaku pada lily. “dia itu dibohongin sama icha. Icha itu engejek kamu dan bilang sama fadhiya kalau kamu gak suka sama fadhiya” jawab lily sambil berbisik. “oh, jadi gara gara icha yah” ujarku. Aku pun bergegas ke tempat fadhiya dan berkata “fadhiya icha itu dalangnya dia udah bohongin kamu” ujarku sambil menunjuk ke arah icha. Fadhiya langsung menjawab “peduli amat yang salah itu kamu tahu” balasnya sambil berdiri dan mengajak icha keluar. Selesai itu aku langsung berlari ke arah bangkuku dan menangis. Teeet… Bel pulang sekolah berbunyi aku langsung bergegas ke kamar mandi dan mencuci muka. Selesai itu aku keluar dan tiba tiba icha menyergahku. “eh, kamu itu sok banget sih, mentang mentang anak baru terus anak orang kaya bisa seenak kamu bersahabat sama siapa saja, asal kamu tahu fadhiya itu sahabat aku dari dulu. Waktu itu aku dan dia marahan dan akhirnya aku tidak bersahabat dengan dia. Setelah kelas 4 sd aku sadar aku salah dan kelas lima aku minta bersahabat dengannya lagi, tapi dia malah bilang sudah punya sahabat yaitu kamu.. Aku benci dan langsung menghina kamu” jelasnya. “oh, jadi begitu gak papa deh kamu bersahabat sama dia bilang sama dia aku ikhlas kehilangan dia kok” jawabku sambil menitik-kan air mata. Semenjak itu icha dan fadhiya bersahabat lagi. Ternyata aku sadar ternyata aku telah membuat salah dan menyalahkan orang. Cerpen Karangan Jannisa Cerpen Sahabat Jadi Musuh merupakan cerita pendek karangan Jannisa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Bagaikan Pelangi Oleh Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah Tulisan Lovely Camp’ seakan menyambut kedatanganku pagi ini. Aku mengikuti ini karena bosan di rumah. Aku akan camping di sini selama 1 minggu. Kau tahu? Ayah dan Ibuku bekerja Dibalik Sapu Tangan Biru Oleh Astuti Wally Bulan Juli tahun 2011 Asty berangkat ke Yogyakarta guna untuk melanjutkan kuliah S1. Tiba disana dia disambut hangat oleh sahabatnya Yuni yang juga kuliah s1. Walau berasal dari kota Kenangan Yang Mengganggu Oleh Dinda Regitta Cahyani Utami Embun pagi semerbak, bunga-bunga bermekaran. Suasana begitu indah menawan, tapi ada saja yang merasa sakit. Hidup memang tak semulus yang selalu diinginkan seseorang. Ada saja yang membuat rasa sakit. Dejavu Oleh M Sony Dwi Putra Sungguh. Mungkin aku adalah satu-satunya anak di negara bagian ini yang membenci hujan. Aroma rumput yang diterpa hujan seolah menjadi latar belakang kenanganku yang kini tervisualisasi dalam butir hujan. The Old Man Oleh Sylvester Leon Davin Kulihat dia sedang duduk di bangku taman itu lagi hari ini. 3… 4? Ya, sudah 4 hari berturut-turut aku melihatnya. Pria tua yang sudah berambut putih itu. Sedang apa “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Uswatun HasanahKategori Cerpen Cinta, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 22 January 2015 Hai, gue Pricillia Sagita, panggil aja Cilla. Gue sekolah di SMA Harapan Bangsa Jakarta kelas 10. Gue punya orang-orang yang paling gue sayang. Yang pertama nyokap dan bokap gue, kakak gue, dan sahabat-sahabat gue yang baik hati. Nyokap dan bokap gue udah pasti baik dan sayang sama gue. Kakak gue, Kak Nino, baik, penyayang, tapi kadang suka nyebelin. Dan kelima sahabat-sahabat gue. Yang pertama Olive, menurut gue, anaknya udah pasti baik, dewasa, pinter dan kadang tingkah lakunya suka aneh. Terus tiara, anaknya sich baik, cerewet, manja, di bilang pinter sich iya, Cuma nggak pinter-pinter amat hehehe. Ketiga Yuki, anaknya tomboy banget, sensitif, dia paling marah kalau ada orang yang nyakitin sahabatnya, kalau dia udah marah, habislah tuh orang!. Keempat Natasya, kadang lola’, suka nggak nyambung, manja, cengeng, dan nggak bisa pisah sama yang namanya lollipop. Dan yang terakhir Karin, anggun, lembut, baik, pinter, sopan, dewasa, pokoknya feminim banget dech. Kalau gue, udah pasti pinter, cantik, ramah, murah senyum, dan baik hati hehehe. Gue punya musuh bebuyutan dari zaman gue SD sampai sekarang. Namanya Ciko Ananda Putera. Orang yang super duper nyebelin. Cuma gara-gara saingan nilai dan peringkat, gue musuhan sama anak tetangga depan rumah itu. Hari ini hari pertama Cilla masuk sekolah, Cilla masuk di kelas 10 – A. Waktu Cilla mau masuk kelas, tiba-tiba ada orang yang lari dan nabrak Cilla, sampai Cilla jatuh!. Waktu Cilla lihat siapa yang nabrak Cilla, sontak Cilla langsung berdiri. Karena yang nabrak Cilla itu si Ciko. Timbullah adu mulut antara Cilla dan Ciko. “Apaan sich lo nabrak-nabrak gue!.” tanya Cilla sengit. “Lo tuh yang nabrak gue!.” ucap Ciko dengan nada tinggi. “Idih, nih orang udah salah, nyolot lagi!.” kata Cilla kesal. “Lo tuh yang nyolot!.” ucap Ciko dengan nada lebih meninggi. “Hello? Jelas-jelas lo yang lari-lari nggak liat ada orang, terus lo main nabrak aja!.” “Lo kali yang nggak liat-liat ada orang yang mau masuk juga!.” “Masih nyolot lagi!. Lo tuh yang nabrak gue!.” “Lo!.” “Lo!.” Tiba-tiba datang Ibu Hesti yang menjadi wali kelas 10 – A. Ibu Hesti langsung melerai Ciko dan Cilla. “Sudah-sudah! Ada apa ini?! Baru hari pertama masuk sekolah kalian sudah berkelahi, bagaimana hari-hari selanjutnya!.” ucapnya tegas. “Dia tuh bu, yang mulai duluan!” ucap Ciko dan Cilla bersamaan. “Lo!” “Lo tuh!.” “Sudah, hentikan!. Sekarang kalian saling memaafkan!” . “Lo duluan!.” “Kenapa harus gue?.” Dengan paksa Ibu Hesti menarik tangan Ciko dan Cilla. “Maafin gue”. “Maafin gue juga”. “Nah, begitu kan lebih baik. Sekarang kalian masuk dan duduk dengan rapi.” Waktu istirahat pun tiba, semua siswa keluar kelas dan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Di kantin sekolah, keenam sahabat berkumpul dalam satu meja, Cilla, Natasya, Karin, Yuki, Olive dan Tiara. Mereka bercerita tentang kejadian yang baru saja dialaminya. Tiara bertanya pada Cilla, karena dari tadi Tiara memperhatikan Cilla sedang cemberut. “Cilla lo kenapa?. Muka lo kok cemberut sich?.” tanya Tiara. “Gue habis berantem lagi.” “Sama siapa?.” tanya Olive juga. “Sama orang yang super duper nyebelin!.” jawab Cilla dengan nada kesal. “Maksud lo Ciko?.” tebak Yuki. “Iya, siapa lagi coba.” jawab Cilla membenarkan. “Lo satu kelas ama Ciko?.” “Iya.” “Terus penyebab lo berantem sama Ciko apa?.” tanya Yuki. “Tadi pagi dia nabrak gue sampai gue jatuh. Udah gitu nyolot lagi. Kalau Bu Hesti nggak datang, udah gue jambak-jambak tuh rambutnya. Nyebelin banget.” dengan nada kesal. “Kenapa sich kamu harus berantem sama Ciko?.” tanya Karin dengan lembut. “Iya. Ciko tuh udah cakep, cool, keren, pinter, jago main basket, jago main musik, tinggi, putih, baik. Idaman para wanita dech.” sambung Natasya sambil memainkan lolipopnya. “Itu sich menurut lo.” melirik Natasya dengan kesal. Tiba-tiba datang Ciko dan teman-temannya. “Hai ladies.” Sapa Ciko. “Hy juga.” jawab Karin, Natasya, Olive, Tiara, Yuki. “Boleh gabung nggak?.” “Nggak boleh!.” jawab Cilla ketus. “Kenapa sich mereka nggak boleh gabung sama kita?.” tanya Olive. “Gue nggak mau.” jawabnya ketus. “Ya udah dech, nggak apa-apa.” jawab Ciko dengan agak kecewa. “Eh, Ciko gabung aja. Nggak usah dengerin Cilla.” kata Olive mengajak. Cilla memandang Olive dengan wajah cemberut. “Beneran?.” tanya Ciko memastikan. “Iya.” jawab Olive meyakinkan. Akhirnya Ciko dan teman-temannya bergabung dengan mereka. Mereka bercerita dan tertawa bersama-sama. Sedangkan Cilla hanya diam dan cemberut. Bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah habis. Semua siswa masuk ke dalam kelas, termasuk Ciko, Cilla, dan teman-temannya. Semuanya menuju ke kelas masing-masing. Cilla berjalan menuju kelas meninggalkan teman-temannya. Lalu disusul oleh Ciko. Ketika mereka berjalan berdua, Ciko bertanya pada Cilla. “Lo kenapa?. Muka lo kok kaya benang kusut sich?.” tanya Ciko menggoda. “Apaan sich lo! Muka lo tuh yang kaya benang kusut!.” jawab Cilla malas. “Hahaha, bercanda.” kata Ciko sambil tertawa. Sampai mereka di kelas, dan kembali duduk, untuk memulai pelajaran lagi. Waktu pulang pun tiba. Cilla berkemas untuk pulang. Pada saat keluar kelas, lantai depan ruang kelas 10 – A sedang dipel. Karena Cilla tidak tahu, hampir saja dia jatuh karena terpeleset. Untung ada Ciko yang menolongnya. “Untung lo nggak jatuh. Makanya hati-hati kalau jalan.” Ciko menasihati. “Ih, apaan sich lo pegang-pegang pundak gue!.” ucap Cilla sambil melepaskan tangan Ciko dari pundaknya. “Idih, ni cewek udah ditolongin malah ngomel. Bukannya terima kasih.” jawab Ciko. “Ya udah. Makasih.” ucap Cilla sambil berlalu pergi. Waktu pulang Cilla bertemu Kak Ririn, kakaknya Ciko. “Hai Kak.” sapa Cilla. “Hai juga Cilla. Udah pulang?.” jawab Kak Ririn. “Udah Kak.” ucap Cilla singkat. “Ciko mana?.” tanya Kak Ririn. “Nggak tau Kak. Mungkin masih di udah Kak, Cilla masuk dulu yah.” jawab Cilla sambil berlalu pergi. “Iya.” ucap Kak Ririn. Waktu Cilla buka pintu, suasana rumah sepi sekali. Cilla cuma meliat Kak Nino dan bi Minah. “Sepi banget ni rumah.” tanya Cilla. “Eh, adek aku udah pulang. Bareng siapa lo?. Bareng ciko yah?.” kata Kak Nino menggoda. “Ih, nggak banget.” jawab Cilla malas. “Hahaha.” kak Nino tertawa. “Mama kemana Kak?.” tanya Cilla. “Mama lagi ke butik.” jawab Kak Nino singkat. “Huh, ya udah dech. Aku ke kamar dulu.” ucap Cilla sambil berjalan menuju ke kamarnya. Sampai di kamar, Cilla berganti pakaian. Dan dia duduk di pinggir jendela, menghadap ke arah jalan raya sambil melamun. Ketika dia sedang melamun, dia dikagetkan oleh suara ketukan pintu yang membuatnya hampir terjatuh. “Tok! Tok! Tok!. Non Cilla, dipanggil den Nino. Den Nino menyuruh Non Cilla ke ruang makan.” suara Bi Minah memanggil. “Oh iya bi’. Makasih ya bi’.” jawab Cilla. “Sama-sama non.” sambil berlalu pergi. Lalu Cilla pergi menemui Kak Nino di ruang makan. “Ada apa Kak?.” tanyanya. “Duduk aja, kita makan siang. Memangnya lo nggak makan apa?” kata Kak Nino memberitahu. “Ow, tumben lo perhatian.” ucap Cilla sambil menarik bangku. Mereka pun makan hingga selesai. Setelah selesai, Cilla dan Kak nino nonton TV. Cilla dan Kak Nino berebut remote TV. “Siniin remotenya.” kata Cilla sambil berusaha merebut remote TV. “Nggak ah. Kakak mau nonton ini aja.” jawab Kak Nino. “Ih, nyebelin.” kata Cilla kesal. Tiba-tiba handphone Cilla berbunyi. Cilla pun mengambilnya dan melihat telepon dari siapa. Ternyata telepon dari Tiara. “Hallo, ada apa Tiara?.” angkat Cilla dan menyapanya. “Lo mau ikut jogging nggak?.” ajak Tiara. “Jogging?.” tanya Cilla. “Iya. Mau ikut nggak?.” ajak Tiara lagi. “Gue ikut dech. Tapi lo jemput gue yah.” jawab Cilla mengiyakan. “Iya. Ya udah dech, sampai jumpa nanti.” ucap Tiara. “Ok.” jawab Cilla. Cilla pun berganti pakaian. Tiba-tiba ada suara bel berbunyi. Dan Cilla pun bergegas keluar kamar dan mengambil sepatu olahraganya yang sudah disiapkan oleh bi’ Minah. Setelah selesai, Cilla buru-buru membuka pintu. “Hai cilla.” sapa Tiara. “Hai juga. Yang lainnya mana?.” tanya Cilla. “Mereka ada di luar. Yuk berangkat.” ajak Tiara. “Yuk. Hai semua.” sapa Cilla pada sahabatnya. “Hy juga Cilla.” jawab Yuki, Karin, Olive, Natasya berbarengan.” “Yuk, berangkat.” ajak karin. Sepanjang perjalanan menuju stadion. Mereka bernyanyi bersama. Sampai di stadion, mereka turun dari mobil. Dan bersiap untuk berlari. Tetapi, pada saat akan berlari, tiba-tiba Natasya menunjuk ke arah seorang laki-laki yang baru saja turun dari mobilnya. “Eh, stop-stop. Coba lo semua liat, itu bukannya si Ciko yah?.” ucap Natasya. “Masa sich sya?.” tanya Olive tak percaya. “Coba lo panggil.” perintah Tiara. “Ih, nggak usah dech, mendingan kita mulai lari aja.” ajak Cilla mulai tak bersemangat. “Tunggu bentar.” ucap Natasya. “Napa sich kalau memang itu si Ciko?.” tanya Cilla kesal. “Kan joggingnya bisa bareng-bareng.” sela Tiara. “Terserah lo semua dech.” ucap Cilla dengan nada kesal dan pasrah. “Yuki coba lo panggil.” perintah Natasya kepada Yuki. “Ciko!! Ciko!!.” panggil Yuki. Laki-laki itu pun menoleh, dan berjalan menghampiri mereka. “Kalian juga jogging?.” tanya Ciko. “Iya dong, kami kan juga mau sehat.” ucap Olive sedikit bercanda. “Lo sendirian aja?.” tanya Yuki. “Iya.” jawab Ciko. “Lo gabung ama kita aja.” ajak Tiara. “Beneran?. Ntar ada yang maarah lagi.” tanya Ciko memastikan. “Tenang, nggak bakal ada yang marah lagi kok.” jawab Tiara meyakinkan. “Ok dech.” Ciko mengiyakan. Sementara itu, Cilla hanya diam dan cemberut. Ketika Cilla sampai di rumah, dia disambut oleh papa dan mamanya yang sedang duduk-duduk di teras depan rumah. “Hai sayang, dari mana saja kamu?.” tanya Mama Cilla. “Cilla habis jogging bareng temen-temen Cilla.” jawab Cilla. “Ow, ya udah sekarang kamu mandi sana.” perintah Mama Cilla. “Iya ma.” jawab Cilla singkat. Malam pun tiba, Cilla berada di kamar dan sedang belajar. Setelah dia selesai belajar, dia kembali duduk di pinggir jendela, memandangi bulan. Tiba-tiba handphone Cilla berbunyi. Dia segera mengambil dan melihatnya, ternyata telepon dari Ciko. “Ngapain sich ni orang nelfon gue. Tumben-tumben amat.” kata Cilla. “Hallo, ngapain lo nelfon gue?.” tanya Cilla dengan nada agak tinggi. “Wetss.. nyantai.” jawab Ciko menenangkan. “Gangguin gue aja lo.” kata Cilla mulai santai. “Gue mau nanya.” ucap Ciko. “Mau nanya apa lo?.” tanya Cilla. “Lo ngapain duduk di pinggir jendela, sambil ngeliatin gue?.” tanya Ciko. “What?. GR amat sich lo. Siapa juga yang ngeliatin lo!.” kata Cilla dengan nada meninggi “Hahaha.” sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Cilla. “Idih, ngapain lo?. Gila yah?.” tanya Cilla. “Lo kali yang gila.” ucap Ciko bercanda. Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu kamar Cilla. “Tok! Tok! Tok!. Cilla, makan malam dulu yuk, Kak Nino sama Papa udah nunggu tuh.” ajak Mama Cilla. “Iya ma, bentar lagi Cilla turun.” jawab Cilla. “Ya udah dech, nyokap gue udah manggil gue, gue tutup dulu yah. Tiiiit!.” tutup Cilla. Cilla pun bergabung dengan keluarganya untuk makan malam. “Bagaimana tadi sekolahnya Cilla?.” tanya Papa Cilla. “Em, biasa aja pa.” jawab Cilla singkat. “Terus kamu masuk di kelas mana?.” tanya Papanya lagi. “Cilla masuk di kelas 10 – A.” jawab Cilla lagi. “Ciko?.” tanya Mamanya. “Sama.” jawabnya singkat. Setelah mereka selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga sambil bercerita dan bersenda gurau. Tak terasa malam semakin larut, saatnya mereka istirahat. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Cilla sudah mendengar orang sedang memanaskan mesin mobil. Cilla bangun dan melihat jam. Tiba-tiba mamanya mengetuk pintu. “Tok! Tok! Tok!. Cilla, bangun sayang.” panggil Mama Cilla membangunkan. “Iya, Cilla udah bangun kok.” jawab Cilla. Kemudian Cilla mandi dan bersiap-siap. Setelah selesai, dia turun dan bergabung dengan keluarganya untuk sarapan. Setelah itu, Cilla berangkat sekolah dengan papanya. Sampai di sekolah. “Brakk. Da papa.” kata Cilla melambaikan tangannya. “Da sayang, baik-baik di sekolah yah.” balas Papanya. “Ok, Pa.” ucap Cilla. Ketika sampai di kelas, Cilla duduk di tempatnya. Lalu datang Ciko dan duduk di sebelah Cilla. Cilla hanya diam melihat kedatangan Ciko. Sampai bel berbunyi dan belajar pun dimulai. Hingga waktu istirahat pun tiba. Keenam sahabat ini menghabiskan waktu istirahatnya dengan bercerita di taman sekolah. “Hari ini lo nggak berantem lagi kan Cilla?.” tanya Olive. “Lo kok nanyanya kaya gitu?.” Cilla balik bertanya. “Gue cuma nanya aja.” jawab Olive. “Nggak.” jawabnya singkat. “Tumben. Biasanya udah kaya kucing sama anjing.” ucap Yuki bercanda. “Ihh, tega amat sich lo nyamain gue ama hewan.” ucap Cilla cemberut. “Hahaha, bercanda.” kata Yuki sambil tertawa. Waktu istirahat habis, mereka kembali masuk kedalam kelas dan mulai belajar kembali. Sampai pulang. Sampai di rumah, Cilla memencet bel. “Ting Tong!! Ting Tong!!.” . Pada saat pintu di buka, “Non Cilla udah pulang?.” sapa Bi Minah. “Udah Bi’. Mama mana Bi’?.” tanya Cilla. “Nyonya di dapur Non, lagi bikin kue.” jawab Bi Minah. Cilla pun berjalan menuju dapur. “Mama.” sapa Cilla. “Iya sayang.” jawab Mama sambil menghias kuenya. “Eumb.. enak banget Ma.” ucap Cilla sambil mengunyah kue. “Ya dong siapa dulu yang bikin? Mama. Hahahaha.” jawab Mama bercanda. “Ini buat siapa Ma?.” tanya Cilla sambil menunjuk sebuah kue yang sudah di hias. “Ow, ini buat Mamanya Ciko. Ntar kamu yang antar yah.” suruh Mama Cilla. “Kenapa harus Cilla?. Kan Kak Nino bisa.” ucap Cilla manja. “Kak Nino lagi pergi sayang.” ucap Mamanya. “Huuh.” jawab Cilla sedikit kesal. “Ya udah kamu ganti baju sana, terus anterin kuenya.” suruh Mamanya lagi. Setelah itu Cilla pun mengantar kuenya ke rumah Ciko. “Ting Tong!!” Cilla memencet bel. Tiba-tiba pintu pun terbuka. “Eh, Cilla ayo masuk.” Sambut Kak Ririn. Waktu Cilla masuk, dia melihat Ciko sedang nonton TV. “Ngapain lo kesini?.” tanya Ciko agak sengit. “Mau nganter kue doang kok.” jawab Cilla jutek. “Buat gue yah?.” goda Ciko. “Pede amat sih lo, orang buat nyokap lo kok.” Cilla Nyolot. Kak Ririn hanya tersenyum melihat Ciko dan Cilla berkelahi. “Eh ada Cilla.” sambut Mama Ciko. “Oya tante, ini ada kue dari Mama.” ucap Cilla sambil menyerahkan kue. “Terima kasih yah Cilla.” kata Mama Ciko. “Ya tante. Ya udah, Cilla pulang dulu yah. Da tante, da Kak Ririn.” ucap Cilla berpamitan. Sampai di rumah, Cilla hanya duduk-duduk dan melakukan kebiasaan keluarganya. Keesokan harinya, Cilla bangun dengan aktivitas paginya. Cilla melalui hari-harinya seperti biasa dengan selalu berkelahi dengan Ciko. Pada hari Kamis sore, Ciko datang ke rumah Cilla dengan membawa sekotak kue bolu. Saat Ciko masuk, dia bertemu dengan Kak Nino yang sedang duduk-duduk di teras rumahnya sambil membaca buku. “Hai Kak.” sapa Ciko. “Hai juga Ciko.” jawab Kak Nino santai. “Gimana kabar lo Kak?.” tanya Ciko. “Seperti yang lo liat sekarang.” jawabnya lagi. “Oh iya, ni gue nganterin kue dari nyokap gue buat nyokap kakak.” ucap Ciko sambil menyerahkan kue yang dibawanya. “Ow, thanks yah.” kata Kak Nino. Lalu Kak Nino memanggil Cilla yang sedang asik nonton TV. “Cilla! Cilla!.” panggil Kak Nino. “Iya Kak. Ada apa?.” tanya Cilla sambil berlari keluar. “Apa sih Kak?.” tanya Cilla lagi. Cilla kaget melihat ada Ciko. “Ngapain lo?.” tanya Cilla sengit. “Nganter kue.” jawab Ciko singkat. “Udah sana bawa masuk. Kakak masih mau ngobrol sama Ciko.” suruh Kak Nino. “Idih, ngusir lagi.” ucap Cilla kesal. Keesokan harinya, Cilla dan Ciko diberitahu oleh temannya, bahwa mereka berdua dipilih untuk mengikuti Olimpiade Matematika. Mereka berdua langsung berlari ke ruang Kepsek. Ciko dan Cilla bertemu di depan pintu ruang Kepsek. Terjadilah keributan antara mereka sehingga memancing Pak Kepsek keluar dari ruangannya. Keesokan harinya, lomba pun dimulai. “Duh, bentar lagi dimulai. Gue grogi nih.” ucap Cilla sedikit gemetar. Tiba-tiba Ciko memberikan sebuah pulpen pada Cilla. “Nih pulpen keberuntungan gue, semoga lo bisa tenang dengan megang pulpen ini.” kata Ciko sambil menyerahkan pulpennya. “Thanks yah.” ucap Cilla sambil mengambil pulpen Ciko. Setelah melewati berjam-jam, akhirnya tiba saatnya pengumuman pemenang lomba. Tanpa disangka, mereka berdua mendapat juara 1. Saat pulang ke rumah, Cilla melihat orang-orang dirumah terlihat sangat sibuk, termasuk keluarga Ciko. Mama Cilla hanya berpesan kepada Cilla agar nanti malam berdandan yang cantik karena ada acara penting. Tetapi mamanya tidak memberi tahu, acara penting apa. Saat Cilla di kamar, Cilla mengambil pulpen pemberian dari Ciko. Dia memegangnya dengan erat sampai dia tertidur. Malam pun tiba acara pun dimulai. Ada keluarga Ciko juga, ternyata acara penting itu adalah acara pertunangan Kak Nino dan Kak Ririn. Mereka akan menikah pada hari selasa dan rabu, dan dilaksanakan di Jogja. Esok harinya, orangtua Ciko dan Cilla terlebih dahulu berangkat ke Jogja, untuk mempersiapkan acara pesta. Mama Cilla berpesan agar Cilla menjaga dirinya baik-baik. Sore harinya, Cilla duduk-duduk di teras depan rumahnya. Lalu datang Ciko. “Hai, sendirian aja lo?.” sapa Ciko dengan nada dingin. “Iya. Ow iya, nih pulpen lo gue balikin.” jawab Cilla. “Nggak usah, ambil aja. Gue masih punya banyak kok.” kata Ciko menyerahkan kembali. Mereka pun berbincang-bincang tanpa ada perkelahian. Esok hari, tibalah saatnya rombongan dari Jakarta menuju ke Jogja. Cilla ditemani oleh kelima sahabatnya dan juga Ciko yang ditemani oleh teman-temannya. Mereka menaiki bis yang sudah disewa keluarga mereka untuk membawa tamu-tamu dari Jakarta. Sampai di Jogja, berbagai persiapan demi persiapan telah dilakukan. Tinggal menunggu hari esok. Esok hari pun tiba, acara dimulai sampai pada malam hari. Acara sangat ramai dan meriah. Begitupun dengan Nino dan Ririn yang terlihat sangat bahagia. Saat Cilla sedang duduk brsama sahabat-sahabatnya, Ciko menghampirinya dan menarik tangan Cilla. “Mau kemana sich?.” tanya Cilla penasaran. “Udah ikutin gue aja. Ntar lo juga tau kok.” jawab Cilla sambil menarik tangan Cilla. Lalu ciko mengajak Cilla naik ke atas bukit. Disana pemandangannya sangat indah. Dari bukit itu, seluruh kota di Jojga terlihat. “Wow, amazing.” ucap Cilla takjub. “Cilla, gue mau ngomong sam lo.” kata Ciko dengan nada merendah. “Lo mau ngomong apa?.” tanya Cilla. “Sebenernya gue suka sama lo.” ucap Ciko sambil menundukkan kepala. “Haa!.” ucap Cilla kaget. “Lo mau nggak jadi pacar gue?.” ucap Ciko dengan berani. Dengan malu-malu, Cilla pun menjawab. “Emb, gimana yah?. Iya dech gue mau.” jawab Cilla tersipu malu Ciko pun sangat senang. Dia mencium tangan Cilla. Tiba-tiba dari semak-semak muncul teman-teman Ciko dan Cilla. “Cie….” teriak teman-teman Ciko dan Cilla. “Ada yang baru jadian nih.” ucap Andre menggoda. “So sweet..” tambah Tiara. “Ih, apaan sich lo semua.” Cilla malu-malu. “Jadi lo semua dari tadi ngintipin gue sama Cilla yah?.” tanya Ciko. “Iyah.” jawab mereka serentak. “Udah dech, sekarang mendingan kita turun aja. Tadi mamanya Cilla nyuruh kita semua makan. Bilangnya sich udah disiapin makanan special. Yuk.” ajak Morgant. “Yuk.” jawab mereka serentak. Hari ini mereka semua akan kembali ke Jakarta dan mulai beraktivitas seperti biasa. Sampai di Jakarta, mereka pulang ke rumah masing-masing. Sore harinya, Cilla dan Ciko duduk berdua di teras depan rumah Cilla. Tiba-tiba dari belakang datang Kak Nino dan Kak Ririn. “Cie.. ada yang lagi dua-dauan nih.” ucap Kak Nino sambil menggoda. “Apaan sich lo Kak. Rese’ banget.” kata Cilla malu. Dan mereka pun duduk berempat, sambil bercanda. Hari demi hari dilalui oleh Ciko dan Cilla, tanpa ada perkelahain. Dulu penuh dengan pertentangan, sekarang penuh dengan kasih sayang. Jika kamu menyukai seseorang, ungkapkanlah. Sebelum orang itu dimiliki oleh orang lain. SELESAI Cerpen Karangan Uswatun Hasanah Facebook Uus Nagh D’jokam Pelajar SMA N 2 Kota Tarakan Saran dan kritikan sangat di harapkan, Terima Kasih 🙂 Cerpen Permusuhan Berujung Cinta merupakan cerita pendek karangan Uswatun Hasanah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Jingga Yang Mencintai Senja Part 2 Oleh Safitri Saraswati Aku kembali ke laman instagram Latri, kubuka gambar kami berdua. Aku ingat gambar itu kami abadikan sewaktu kami berlibur ke Karimun Jawa sekitar dua tahun yang lalu. Liburan itu Kos Kosan Oleh Fariz Yusufa Hari pertama masuk kuliah, disini aku mulai kehidupan yang baru salah satu universitas ternama surabaya yaitu UNSEBA Universitas Serikat Bangsa, aku disini belum mengenal siapapun kecuali ibu kos, yang Asa Di Balik Koran Shania Oleh Ramadina Sabila Firdausi Di sebuah kota yang sangat padat penduduknya, tinggalah seorang gadis yang duduk di bangku SMP terfavorit di kotanya. Dia tahu kewajiban setiap umat Islam bagi perempuan, sehingga ketika di Kontes Dangdut Semilyar Part 1 Oleh Erlina Wati “KONTES DANGDUT SEMILYAR Sesion 7!! … datang dan ikutilah kontes dangdut terbesar tahun ini,” Riri membaca keras-keras. Mungkin sebuah brosur online. Ia sangat serius membaca dan memahami isi dari Bumi Perkemahan Part 1 Oleh Wilhami Wati Bersaksi cinta di atas cinta Dalam alunan tasbihku ini Menerka hati yang tersembunyi Berteman di malam sunyi penuh doa Terdengar dering Hp dari kamar Wianda yang berada di lantai “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Filter ByUpdating statusAllOngoingCompletedSort ByAllPopularRecommendationRatesUpdated Jadi Istri Bos Setelah Ditalak Agnia tak mengerti saat tiba-tiba suaminya menceraikannya dengan alasan seebuah foto. Agra, suami Agnia curiga Jika sang istri selingkuh dengan adik iparnya. kecemburuan dan emosi membuat Agra cepat menggambil keputusan untuk menceraikan Agnia. Bagaimana semua itu bisa menjadi praduga di hati Agra? viewsCompleted Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan Dengan mantap Wira menceraikan Rara dengan alasan karena perempuan itu tak kunjung hamil, kemudian tanpa belas kasihan pada sang mantan istri, Wira menikahi Diandra di saat mantan istrinya itu masih terluka. Namun, sesaat setelah mereka menikah badai datang, Wira kehilangan segalanya, tak hanya itu Diandra juga tak sebaik yang ia kira viewsCompleted Mendadak Jadi Istri Dosen Menikah itu hal yang sakral. Una tahu itu. Namun, dalam keadaan yang tidak bisa dipahaminya, dia harus menikah dengan Abi-dosennya sendiri. Tanpa cinta dan tanpa rencana, Una kira semua akan berakhir begitu saja. Tapi, jika rasa cinta itu semakin muncul, sementara ada hati yang harus dijaga, bagaimana Una bisa menyelesaikan semua? viewsCompleted Jadi Istri Dadakan Meski memiliki masalah dengan Hakam karena rahasianya dengan Linggar terbongkar, Faryn tidak pernah berpikir kalau ia akan dilamar oleh adik selingkuhannya ini. Terlebih dilamar di depan umum. Meski sempat terkejut, tapi hal itu justru memberikan ide baru bagi Linggar dan Faryn. Mereka ingin memanfaatkan keadaan tersebut. Hakam terus saja berusaha mengendalikan Faryn agar biduk rumah tangga kakaknya, Lintang, tetap utuh tanpa sentuhan pelakor seperti Faryn. Sayangnya,yang tidak diketahui oleh Hakam adalah bahwa baik Faryn maupun Linggar memiliki rahasia masing-masing. Mereka memiliki tujuan berbeda yang membuat mereka memanfaatkan siapa saja di sekeliling mereka. Termasuk Hakam. *** “Ternyata perempuan kalau sudah menjadi perawan tua, lebih memilih menjadi pelakor ya?” 033 viewsOngoing Musuh Tapi Menikah Seperti anjing dan kucing. Mungkin itu lah gambaran yang cocok, untuk dua remaja yang selalu terlibat percekokan, meski itu hanya karena hal yang sepele. Padahal kedua orang tua mereka bersahabat sejak mereka masih mengenakan seragam putih abu-abu. Tapi entah kenapa persahabatan kedua orang tuanya tidak menurun kepada mereka putra putri mereka yaitu Jihan Aiyana Abimanyu dan Septian Erlangga Wijaya. Apa sebenarnya alasan dibalik permusuhan mereka? Sehingga mereka malah terlihat seperti Anjing dan kucing. Atau lebih tepatnya seperti Tom and Jerry. Sepasang Kucing dan tikus yang tidak pernah akur. Seperti itulah Septian dan Jihan saat mereka bertemu. Namun bagaimana reaksi mereka, kalau mereka tahu akan dijodohkan kedua orang tua mereka. Akan kah mereka menerima begitu saja? Atau malah protes dan menolak. Lalu bagaimana kehidupan mereka andai mereka benar-benar menikah? Apakah mereka akan tetap seperti Tom and Jerry. Atau malah sebaliknya mereka akan bersikap layaknya pasangan suami istri normal lainnya. viewsCompleted Musuh Besar Si Gendut Rose Watson, seorang mahasiswa miskin dan gemuk. Ia memiliki sahabat dekatnya Lindsay yang selalu mencovernya untuk segala hal. David Robinson, seorang atlit sepak bola yang berbakat dan terkenal sebagai model, adalah kakak kandung dari Lindsay. Ia memiliki hobi membully Rose dan kegemukannya. Sosok David dan Rose tak pernah bisa bersama tanpa ada pertengkaran, dan selalu Rose yang menangis di akhir. Bagaimana kalau mereka harus bekerja sama, untuk mensukseskan pertunangan Lindsay? Akankah mereka damai? Atau terjadi pertengkaran yang lebih hebat? viewsCompleted Terpaksa Menikahi Musuh Ayana memiliki kebencian yang begitu mendalam pada Andares. Insiden tiga tahun lalu benar-benar membuat Ayana tidak bisa memaafkan pria itu. Namun suatu ketika, seutas benang merah berhasil mengikat mereka dalam janji suci pernikahan. Ayana yang keras kepala dan Andares yang acuh tak acuh membuat kehidupan rumah tangga mereka selalu dihiasi kehebohan dan pertengkaran. Lantas seperti apakah kisah mereka setelah disatukan dalam pernikahan? Akankah rasa benci Ayana sirna dan berganti oleh rasa yang lebih membahagiakan? viewsCompleted Menikahi Adik Musuh Kepercayaan yang dibalas pengkhianatan, melenyapkan cinta dan harapanku. Tidak ada lagi yang tersisa dalam setiap hembusan napasku. Jika kakakmu bisa merebut wanita yang kucintai, maka kau pun harus merasakan pahitnya menikahi pria yag tidak mencintaimu. Sekarang, aku akan bernapas dengan merebut napas kalian viewsCompleted Mantan Jadi Bos Karena tidak mau menjadi istri keempat dari direktur tempatnya bekerja, Alula harus menerima bahwa dirinya dipecat dari perusahaan itu. Parahnya lagi, dia dipecat tanpa mendapatkan pesangon. Alula sangat kesal karena dipecat dengan cara tidak terhormat. Padahal Alula harus bekerja untuk membantu viewsCompleted Bercinta Dengan Sang Musuh Leandra Katharina ingin membalaskan dendam kematian sang sahabat yang disebabkan oleh Adelard Maxwell. Seperti yang Adelard lakukan pada sahabatnya, Leandra akan melakukan hal yang sama. Ia akan membuat Adelard merasakan bagaimana sakitnya patah hati hingga ingin mati. Ini kisah pembalasan dendam Leandra, selebritis cantik yang memiliki segalanya pada Adelard, penerus harta kekayaan Maxwell yang lebih memilih menjadi seniman jalanan daripada meneruskan usaha keluarganya. Akankah Leandra berhasil membalaskan dendam kematian sahabatnya, atau Leandra akan terjebak pada pesona si seniman jalanan? viewsCompleted
cerpen musuh bebuyutan jadi cinta